KULINER PEKALONGAN: Paduan Indonesia, China dan Arab

Nasi Megono

“Jangan bilang pernah ke Pekalongan kalau belum merasakan Nasi Megono”. Biasanya orang Pekalongan atau mereka yang sering berkunjung ke sana akan mengatakan demikian. Dari warung pinggir jalan sampai rumah makan di Pekalongan hampir semuanya menjual Nasi Megono, sajian berupa nasi putih ditambah dengan megono atau nangka muda cacah yang dibumbui 9 rempah-rempah kecuali kunyit. Nasi Megono dapat dipadukan dengan berbagai sayur atau lauk lainnya tanpa mengubah rasa, tapi malah menambah kelezatan.

Nasi Uwet H. Zarkasi

“Ulam wedus enak tenan”, demikian komentar yang dilontarkan oleh almarhum pelawak Basuki saat mencoba Nasi Uwet H. Zarkasi. Rumah makan ini ditetapkan sebagai Rumah Makan Piring Perunggu oleh Dinas Pariwisata Jawa Tengah pada tanggal 31 Desember 2003. Berdiri pada tahun 1959 dengan menu andalannya Nasi Uwet dan daging capit, menurut Bpk. Zainudin (anak dan penerus dari pemilik RM Nasi Uwet H. Zarkasi) sampai saat ini belum ada yang dapat menandinginya. Nasi Uwet terdiri dari nasi putih (dapat ditambah megono) dengan sop berisi daging kambing dan jeroan kambing.

Resep turun temurun ini mempunyai keunikan dari kata uwet itu sendiri. Uwet yang berarti diikat, daging dan jeroan kambing sebelum dimasak diikat atau dibungkus dengan usus kambing, dengan begitu akan terjaga sari beserta keutuhan daging serta jeroannya dari kehancuran. Keunikan lainnya terletak pada cara pembuatan dan bumbunya yang sama dengan membuat gulai kambing, hanya tidak memakai santan melainkan diganti dengan kecap dan merica. Untuk rasa, selain menggunakan rempah-rempah asal Indonesia serta kecap produksi Pekalongan, penyedap rasa diganti dengan gula pasir asli. Penampilan Daging Capit seperti sate, bedanya kalau sate ditusuk, ini dijepit dengan bambu. Daging capit merupakan daging kambing dicincang, diberi bumbu, direbus, digoreng, baru kemudian dijepit dengan bambu. Dagingnya empuk dan rasanya kaya akan rempah-rempah.

Gulai Kacang Ijo Pak Boy

Dari namanya kita sudah dapat menebak kalau ini berupa gulai, tapi gulai kacang ijo? Menurut Pak Boy, pemilik rumah makan, resep didapatkan turun temurun dari ibunya. Rumah makannya sendiri didirikan tahun 1990 dengan menu andalan gulai kacang ijo dan sate kambing. Gulai kacang ijo dimasak dengan menggunakan sari dari tulang lutut kambing ditambah dengan kacang ijo, santan, serundeng (kelapa disangrai & ditumbuk sampai minyaknya keluar), daun bawang, tomat dan rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, jahe yang digiling, semuanya dimasak selama satu jam.

Untuk isi dari gulai, selain kacang ijo dapat ditambah dengan isi kepala kambing seperti daging kepala, kuping, lidah, mata dan otak, yang semuanya itu dapat dibakar terlebih dahulu ataupun tidak. Jika dibakar terlebih dahulu akan terasa lebih enak karena aroma bakaran yang dihasilkan menambah harum gulainya, selain tentu saja dapat menghilangkan rasa amis. Masakan ini memang agak pedas, jadi bagi yang tidak terlalu suka pedas dianjurkan untuk pesan tanpa ditambah cabe lagi atau dipisah cabenya. Gulai kacang ijo dapat dimakan dengan nasi putih ataupun lontong. Untuk sate kambingnya, juga tidak kalah enak. Dagingnya empuk, aroma kambingnya tidak menyengat dengan bumbu yang terdiri dari bawang merah, tomat, bumbu kacang, cabe ijo dan kecap manis. Minuman disarankan pesan jeruk peras sebagai penetral, juga untuk mengurangi kolestrol dan darah tinggi.

Rumah Makan Puas

Memasuki rumah makan ini terdapat dua keunikan yang terasa sekali, yaitu bangunannya yang sudah berdiri sejak tahun 1920 dan menu makanannya yang rata-rata merupakan makanan khas Arab.

  1. Nasi Kebuli
    Awalnya merupakan menu istimewa yang hanya disajikan saat pernikahan orang Arab. Nasinya dimasak dengan menggunakan bumbu kapulaga dan pala, sedangkan isinya terdiri dari daging kambing sambal goreng, daging kambing semur serta acar nenas yang berupa nenas dan wortel. Apabila tidak menyukai pedas, disarankan untuk tidak memakai daging kambing sambal goreng.

  2. Nasi Berkat
    Di Jawa, nasi berkat biasanya disajikan saat acara kendurian. Ditempatkan di besek atau wadah dari anyaman bambu. Nasi Berkat di sini terdiri dari nasi putih dengan lauk megono, petis kacang kedelai, serundeng, daging kambing dan acar nenas.

  3. Daging Maroko
    Seperti beef steak, tapi daging sapinya dikepruk hingga empuk lalu diberi bumbu. Daging Maroko tidak diberi sauce seperti layaknya steak, bentuknya panjang dan tidak terlalu tebal.

  4. Ayam Panggang
    Apa yang terbayang dalam pikiran saat mendengar ayam panggang? Ayam berwarna kecoklatan karena kecap dengan sedikit gosong di sana sini? Tidak demikian dengan yang di sini. Ayam panggangnya berwarna merah karena cabe goreng ditambah rempah-rempah dengan dagingnya yang empuk sekali, rasanya manis pedas. Sangat nikmat bila dimakan dengan nasi putih hangat.

  5. Dadar Gule
    Dadarnya dibuat dari tepung yang didadar seperti telor dadar, dipotong-potong lalu disiram dengan kuah yang berisi daging dan iga kambing.

Kopi Tahlil

Biasanya hanya disajikan bila terdapat acara tahlilan (acara kirim doa untuk orang meninggal), tapi sejak dua tahun yang lalu sudah dijual bebas. Minuman yang ditambah dengan rempah-rempah ini membuat kopinya terasa beda. Rasanya manis dengan aroma rempah-rempah, wangi, sangat nikmat dalam kondisi udara yang semakin dingin karena rempah-rempahnya menimbulkan rasa hangat di tubuh.

sumber :
www.2ndchoices.com

  , , , ,


One thought on “KULINER PEKALONGAN: Paduan Indonesia, China dan Arab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>