Tips Terhindar Dari Penyakit Saat Melancong

Meski terdengar sepele, sakit perut bisa sangat menganggu perjalanan. Siapa yang kuat berjalan dengan perut melilit? Siapa yang bisa snorkling jika setiap saat harus mengeluarkan isi perutnya? Serangan mag akut dan diare merupakan beberapa dari sebagian gangguan yang sering mengintai perjalanan para pelancong. Dan, bukannya menakut-nakuti, masih ada lagi berbagai penyakit yang mungkin bisa membuat kita ‘ngilu’ mendengarnya, seperti malaria, tifus, hepatitis A dan bahkan kolera. Berbagai jenis penyakit yang kerap diderita para pelancong ini kalau dirunut-runut bermuara pada infeksi. Baik yang berasal dari makanan, air yang terkontaminasi, gigitan binatang, ataupun karena tertular orang lain.

Sebut saja diare, gangguan paling jamak di kalangan pelancong, yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kita bisa terjangkit penyakit ini di mana saja. Pangkal masalahnya adalah pilihan makanan dan minuman yang kurang bersih. Kelalaian serupa bisa membuat kita terkena tifus. Dibandingkan diare, penyakit yang satu ini jelas lebih dahsyat dampaknya. Bisa membuat kita tergeletak tak berdaya di kamar hotel karena demam tinggi dan sakit perut yang hebat.

Malaria bisa berasal dan gigitan nyamuk, terutama di daerah-daerah tropis di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia. Kalau kita termasuk orang yang gemar berpetualang ke gunung atau keluar masuk hutan, ada baiknya waspada akan penyakit ini. Apalagi, pengetahuan kita akan malaria masih minim, berhubung kita lebih sering mendengar berita tentang demam berdarah.

Penyakit hepatitis A mungkin tak akan membuat kita ‘tewas seketika’ di tempat tidur pada saat berlibur, melainkan baru sekitar dua sampai enam minggu setelahnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hati. Asal muasalnya bisa dari berjabat tangan dengan seseorang, kemudian menyentuh mulut sendiri. Atau, dari makanan yang disiapkan oleh si penderita.

Yang tidak kalah menarik untuk diwaspadai adalah berbagai wabah penyakit yang belakangan ini merebak di daerah-daerah tertentu. Kita masih ingat kasus penyebaran SARS yang begitu menggemparkan di daerah Cina dan sekitarnya. Situs Centers for Disease Control and Prevention (www.cdc.gov), sebuah pusat informasi kesehatan di Amerika Serikat, kerap mengeluarkan peringatan tentang beredarnya wabah penyakit di berbagai tempat di dunia. Tujuannya agar para pelancong lebih waspada dan bisa menyiapkan antisipasinya. Diantara beberapa peringatan ini adalah wabah rabies di Pulau Bali dan demam chikungunya di India, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Sri Lanka, yang disebabkan virus dan gigitan nyamuk.

Solusi terbaik agar kita aman dari penyakit saat sedang berwisata adalah dengan mengamankan diri dan membekali otak dengan informasi yang cukup. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti :

  • Periksa kondisi kesehatan sebelum berangkat. Terkadang, ada baiknya menunda perjalanan di kala tubuh kurang fit. Karena dalam kondisi seperti inilah, kita rentan terserang penyakit.

  • Pantau perkembangan daerah yang akan dikunjungi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui berbagai penyakit yang sedang mewabah di daerah tujuan. Selain itu mengingat perubahan cuaca yang sering begitu ekstrem, pengetahuan tersebut juga akan membantu dalam menyiapkan antisipasi yang diperlukan. Apakah kita perlu menyiapkan sunscreen lebih hanyak, lip balm, krim anti nyamuk, dan lain-lain. Cari tahu juga sarana berobat setempat yang bisa dikunjungi apabila terjangkit penyakit.

  • Bekali diri dengan berbagai vaksinasi. Terutama bila kita berniat untuk tinggal lama di suatu daerah. Beberapa jenis vaksinasi bisa memberikan kekebalan sepanjang liburan, seperti vaksinasi hepatitis A, influenza, meningitis, tetanus, dan cacar air. Lakukan vaksinasi jauh-jauh hari sebelumnya. Jika kita akan mendatangi daerah yang rawan malaria, mintalah resep obat anti-malaria pada dokter.

  • Jaga kebersihan sepanjang perjalanan. Biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan bersih. Hindari berenang atau bersentuhan dengan air yang kelihatan kotor dan menggenang. Saat menyikat gigi, lebih baik gunakan air botol dalam kemasan.

  • Pilih makanan dengan cermat. Jika kita memiliki gangguan khusus seperti mag atau alergi, sebaiknya lebih selektif dalam memilih makanan. Saat mencicipi makanan khas suatu daerah, tak ada salahnya bertanya apa bahannya. Hindari juga jajan di pinggir jalan. Sebisanya, santap makanan yang dimasak matang alih-alih dalam bentuk mentah. Tapi apabila ingin memakannya mentah-mentah, pastikan kondisinya bersih. Juga, minumlah air dari sumber yang tepercaya, seperti air botol dalam kemasan yang disegel aman. Tindakan ini akan menghindarkan kita dari berbagai penyakit pencernaan, seperti diare dan tifus.

  • Jangan lupa membawa P3K untuk keadaan darurat. Siapkan satu kotak kecil berisi obat-obatan yang diperlukan. Seperti obat yang biasa diminum, obat untuk diare dan sembelit, obat sakit mag, obat penurun demam dan pereda nyeri (parasetamol), obat flu dan batuk, obat alergi, serta obat untuk mabuk perjalanan. Jangan lupakan juga plester untuk luka, termometer, obat tetes mata, gunting kuku, tisu basah, dan cairan pembersih tangan.

sumber :
www.2ndchoices.com

  , , ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>